top of page

Diberondong Pertanyaan Kritis hingga Jam 3 Subuh, LPJ Diklatsar MSBC 'Shadaka Baskara Warsa' Diterima dengan Syarat Revisi TotalSidang Pleno Berlangsung Tegang di Bawah Pengujian Ketat Pembina SEKMA

  • Writer: waginus foundation
    waginus foundation
  • Jun 1
  • 3 min read

Oleh: Sinta Bela



CINANGSI, KABUPATEN BANDUNG BARAT — Dinamika persidangan yang luar biasa tegang dan sarat akan tekanan mental mewarnai jalannya Sidang Pleno Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Angkatan Shadaka Baskara Warsa. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Divisi Mahasiswa Siaga Bencana Cinangsi (MSBC) di bawah naungan Sekretariat Mahasiswa Cinangsi (SEKMA) ini bergulir maraton sejak Kamis (21/5/2026) malam pukul 20.00 WIB hingga menembus waktu subuh pukul 03.00 WIB esok harinya.


Bertempat di Ruang Sidang Utama Sekretariat SEKMA Cinangsi, sidang yang bersifat terbuka terbatas tersebut dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh penting organisasi. Di antaranya adalah Pembina SEKMA Cinangsi Bapak Anang Hadiat, Pembina MSBC Shifa Awalia Pebrina, Ketua SEKMA Sudirman, Ketua MSBC Andrea Aprilian, serta jajaran instruktur senior teknis seperti Kang Tri Nanda Riadi. Kehadiran para penguji senior ini memberikan atmosfer kedisiplinan yang sangat pekat bagi seluruh pengurus panitia dan anggota angkatan teruji yang dikomandoi oleh Andri Aryanto.



Evaluasi Teknis Lapangan yang Mencekam

Memasuki pukul 21.00 WIB, jalannya sidang mulai memasuki zona kritis saat agenda beralih pada evaluasi teknis dan operasional lapangan. Kang Tri Nanda Riadi selaku penguji eksternal dan instruktur senior langsung melontarkan serangkaian instruksi serta pertanyaan tajam tanpa kompromi. Fokus pengujian diarahkan pada ketangkasan personel saat melakukan simulasi evakuasi di medan terjal kawasan Cisameng, Cipatat, yang menjadi lokasi diletahkannya draf operasional duga.


Ketegangan memuncak sewaktu para penguji mencecar pemahaman panitia mengenai metode penilaian penderita (KRHCAB) dalam Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Tidak berhenti di situ, prosedur pembentukan sistem penambatan (anchor) pada teknik vertical rescue serta pola operasional perahu karet (LCR) saat simulasi water rescue juga dikupas habis secara mendalam. Beberapa argumentasi dan pembelaan yang diajukan oleh panitia pelaksana berulang kali dipatahkan oleh dewan penguji. Tim penguji menilai taktik yang dipaparkan oleh panitia masih memiliki celah yang berpotensi membahayakan keselamatan (safety) apabila diimplementasikan pada kondisi bencana yang sesungguhnya.



Sorotan Akuntabilitas dan Manajemen Posko

Ketegangan tidak menyurut ketika jarum jam menunjukkan pukul 23.00 WIB. Memasuki evaluasi bidang administrasi, logistik, dan manajemen posko, jalannya persidangan diambil alih secara ketat oleh Pembina SEKMA, Bapak Anang Hadiat. Pada sesi ini, aspek akuntabilitas dan penerapan tata kelola satu pintu menjadi bahan koreksi yang sangat mendalam.


Bapak Anang Hadiat menguliti draf laporan tertulis yang diajukan oleh panitia dan menemukan adanya ketidaksesuaian format redaksional serta inkonsistensi yang fatal dalam pengisian dokumen wajib posko, seperti Buku Logistik, Data Pengungsi, hingga Logbook Kejadian Harian. Suasana ruangan semakin mencekam tatkala jajaran senior MSBC ikut mempertanyakan transparansi manajemen stok bahan makanan di dapur umum demi menghindari pemborosan pasokan bantuan. Diberondong pertanyaan bertubi-tubi mengenai validitas data distribusi logistik berbasis kepala keluarga (KK), pihak panitia sempat terdiam beberapa saat di bawah tekanan forum yang begitu berat.



Skorsing Sidang dan Pembinaan Mental

Guna memberikan waktu bagi dewan penguji merumuskan rekomendasi, pimpinan sidang memutuskan untuk melakukan skorsing pada pukul 01.00 WIB. Di tengah kelelahan fisik yang mendera dan tensi psikologis yang memuncak, momentum tersebut dimanfaatkan oleh Pembina MSBC Shifa Awalia Pebrina bersama Ketua SEKMA Sudirman untuk menggelar sesi coaching dan refleksi malam.


Dalam arahan spiritualnya, jajaran pembina mengingatkan kembali hakikat utama dari kerelawanan di wadah MSBC. Ditekankan bahwa keterlibatan dalam organisasi siaga bencana bukanlah sekadar formalitas akademik atau kegiatan kepemudaan biasa, melainkan sebuah proses penempaan ketahanan mental, fisik, dan nilai ibadah yang menuntut rasa tanggung jawab mutlak serta ketelitian tinggi karena menyangkut keselamatan jiwa manusia.


Putusan Akhir: Diterima dengan Syarat Revisi Total

Setelah melewati peninjauan ulang yang alot serta adanya komitmen tertulis dan janji perbaikan dari seluruh anggota Angkatan Shadaka Baskara Warsa, skorsing sidang akhirnya dicabut pada pukul 02.30 WIB untuk pembacaan putusan akhir oleh dewan hakim sidang.


Berdasarkan hasil musyawarah mufakat, Dewan Penguji dan Pembina menetapkan bahwa Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Diklatsar Angkatan Shadaka Baskara Warsa dinyatakan diterima dengan syarat revisi total. Panitia pelaksana diberikan tenggat waktu maksimal selama 7 hari kalender untuk melakukan perbaikan menyeluruh terhadap draf laporan sesuai catatan evaluasi tertulis yang diberikan oleh Bapak Anang Hadiat dan tim penguji.



Selain kewajiban revisi, sidang juga mengeluarkan rekomendasi organisasi yang bersifat mengikat. MSBC diinstruksikan untuk mengintensifkan latihan simulasi P3K serta penyegaran SOP keposkoan secara berkala guna memperkuat rantai komando organisasi di lapangan. Di samping itu, pembenahan total pada sistem dokumentasi administrasi dan kearsipan sekretariat harus segera dirapikan demi menjamin kelancaran estafet kepengurusan dan regenerasi organisasi di masa yang akan datang.

 
 
 

Comments


bottom of page