Memeluk Lembaran Baru: Sinergi Sekma Cinangsi Sambut Tahun Baru Islam 1448 H dan Lepas Kelulusan Siswa SMA Ma'arif
- waginus foundation

- Jul 6
- 2 min read
Penulis: Sinta Bela

CINANGSI, KABUPATEN BANDUNG BARAT — Momentum pergantian tahun dalam kalender Islam selalu membawa pesan mendalam tentang refleksi, harapan, dan hijrah menuju arah yang lebih baik. Semangat inilah yang melatarbelakangi Sekretariat Mahasiswa (Sekma) Cinangsi menggelar kolaborasi istimewa pada Kamis malam, 2 Juli 2026. Bertempat di Aula Utama, Sekma Cinangsi sukses menyelenggarakan agenda ganda yang penuh khidmat: Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sekaligus Acara Syukuran Kelulusan Siswa-Siswi SMA Ma'arif.

Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran Pembina Sekma, Pengurus, perwakilan Yayasan Waginus, perwakilan pengurus RW, para alumni, serta siswa-siswi yang tengah merayakan kelulusan mereka.

Lantunan Ayat Suci dan Untaian Doa Bersama
Tepat pukul 19.01 WIB, acara resmi dibuka dan dipandu dengan hangat oleh Hafidz selaku MC. Keheningan yang syahdu mulai menyelimuti aula pada pukul 19.03 WIB saat Kautsar melantunkan ayat suci Al-Qur’an secara khidmat. Getaran spiritual kian terasa mendalam memasuki pukul 19.07 WIB, ketika Saudara Solihin memimpin rangkaian ibadah tawasul, pembacaan surat Yasin, serta selawat Barjanji berjamaah sebagai ruang spiritual bagi seluruh peserta untuk melangitkan doa terbaik di penghujung tahun.

Sambutan dan Wejangan Penguat Langkah
Memasuki pukul 20.02 WIB, sesi sambutan mulai digulirkan. Ketua Pelaksana, Andri, mengawali dengan menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras seluruh panitia. Semangat kolaborasi ini juga diperkuat oleh sambutan hangat dari perwakilan RW setempat serta A. Fauzi yang memberikan wejangan penting mengenai sinergi antara mahasiswa, sekolah, dan elemen masyarakat.

"Pergantian tahun baru Islam dan kelulusan sekolah adalah dua fase transisi yang sama. Keduanya menuntut kita untuk berhijrah dari zona nyaman menuju fase perjuangan intelektual yang sesungguhnya," ungkap wejangan dalam arahan malam itu.
Tangis Haru dalam Pelepasan Alumni
Suasana berubah menjadi penuh keharuan pada pukul 20.35 WIB saat Saudari Lia selaku perwakilan alumni SMA Ma'arif menyampaikan prakata kesan dan pesan menyentuh selama menempuh studi. Tepat pukul 20.45 WIB, prosesi pelepasan alumni pun disahkan secara simbolis oleh Ibu Dina Sutiana, S.Pd.I., M.Pd., yang hadir mewakili pihak Yayasan Waginus.

Momen paling menyentuh terjadi pada sesi Mushofahah (bersalaman). Isak tangis haru dan senyum kebahagiaan berbaur menjadi satu saat siswa-siswi menyalami para guru, pengurus yayasan, dan kakak-kakak mahasiswa, menandai selesainya satu babak masa sekolah dan bersiap melangkah ke gerbang perjuangan yang baru.

Siraman Rohani dan Refleksi Lintas Generasi
Menjelang malam, tepat pukul 20.59 WIB, suasana kembali disegarkan oleh siraman rohani dan ceramah agama yang dibawakan oleh Saudara Aldi. Tak berselang lama, pada pukul 21.07 WIB, acara dilanjutkan dengan pembacaan refleksi dan harapan Tahun Baru Islam 1448 H yang disampaikan secara kolaboratif oleh Ananda selaku perwakilan Calon Mahasiswa Baru (Camaba) bersama Saudara Hasbi mewakili mahasiswa aktif.
Sebagai penutup rangkaian ibadah dan doa penyerahan diri, tepat pukul 21.15 WIB, Saudara Gugum memimpin pembacaan doa awal dan akhir tahun secara khidmat. Seluruh rangkaian acara formal akhirnya resmi ditutup oleh Hafidz selaku MC pada pukul 21.19 WIB.

Tradisi Tumpeng: Berkah Kebersamaan di Akhir Malam
Meski agenda formal telah usai, kebersamaan justru kian erat. Sebagai simbol rasa syukur yang tidak terhingga atas kelancaran acara dan berkah kelulusan, seluruh hadirin berkumpul untuk menikmati hidangan tumpeng dan makan bersama. Sambil bersantap santai, momen ini menjadi ruang bagi semua yang hadir untuk saling bercerita, meningkatkan keakraban, dan mempererat tali kekeluargaan.
Melalui agenda kolaboratif ini, Sekma Cinangsi dan SMA Ma'arif membuktikan bahwa tradisi keagamaan dan perayaan akademik dapat berpadu harmonis, melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual.



Comments