top of page

SEKRETARIAT MAHASISWA CINANGSI (SEKMA) BERSAMA AL-TARMIDHI FOUNDATION

  • Writer: waginus foundation
    waginus foundation
  • Jun 26
  • 2 min read

Oleh: Sinta Bela




Sidi Edris Khamissa, seorang edukator, konselor, dan pakar pengembangan diri terkemuka asal Afrika Selatan, menghadiri kegiatan kunjungan kehormatan dan sesi berbagi (sharing session) bersama Sekretariat Mahasiswa Cinangsi (SEKMA) pada hari Kamis, 25 Juni 2026. Bertempat di Geotheater Gunung Hawu Pabeasan Cibakung, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, pertemuan penting yang difasilitasi oleh Yayasan Al-Tarmidhi (YAT) ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus, anggota mahasiswa, serta Bapak M.H Anang Hadiat selaku Pembina SEKMA. Acara ini juga didampingi oleh Pak Fathir dan Pak Dandi selaku tim staf pengurus sekaligus penerjemah resmi yang dibawa langsung oleh pihak Al-Tarmidhi Foundation untuk menerjemahkan materi berbahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Meskipun waktu pelaksanaan acara sempat bergeser dari jadwal semula karena kendala teknis dari pihak eksternal, agenda dapat berjalan dengan sangat khidmat dan penuh khusyuk mulai pukul 16.00 hingga 17.00 WIB.



​Dalam sesi berbagi yang berlangsung hangat dan penuh emosional, Sidi Edris membagikan materi mengenai manajemen hati, refleksi diri, serta pentingnya hubungan keluarga. Beliau menekankan pentingnya berbakti, mengungkapkan rasa sayang, serta mendoakan kedua orang tua. Selain itu, beliau memberikan sepuluh rekomendasi refleksi diri, di antaranya adalah ajakan untuk selalu mendengarkan hati kecil, mengontrol diri dari opini negatif orang lain, menguji respons hati terhadap pencapaian orang lain, selektif dalam memilih lingkungan pertemanan, serta menanamkan karakter pemaaf, suka membantu, dan bersyukur. Beliau juga mengajarkan amalan doa bercermin, serta membagikan kisah-kisah inspiratif masa mudanya di usia 14 tahun yang termotivasi untuk membaca berkat apresiasi dari gurunya, hingga kini berhasil mengoleksi 3.000 buku sebagai wujud pengamalan wahyu pertama, yaitu Iqra.



Sesi kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif melalui kuota tiga pertanyaan kritis dari anggota SEKMA. Pertanyaan pertama diajukan oleh Lilis Kusniawati mengenai cara memahami orang tua atau orang lain di saat diri sendiri belum sepenuhnya dipahami. Pertanyaan kedua datang dari Syafira Hanun mengenai metode memperlihatkan rasa sayang kepada orang tua yang tidak begitu dekat akibat tuntutan waktu kerja yang lama. Pertanyaan ketiga disampaikan oleh Kautsar Al Fadhil mengenai cara menyalurkan kasih sayang jika dihadapkan pada situasi karakter orang tua yang dinilai "jahat" atau toksik.




Setelah sesi tanya jawab selesai, suasana yang telah mencair tersebut dimanfaatkan oleh pihak staf Al-Tarmidhi Foundation untuk berbincang khusus dengan Bapak Anang. Obrolan strategis ini membahas peluang kolaborasi masa depan, termasuk potensi beasiswa atau kesempatan melanjutkan studi bagi mahasiswa Cinangsi, serta peluang pemberdayaan mereka sebagai tenaga pengajar atau staf di jaringan yayasan tersebut.




Sebagai penutup agenda, pihak SEKMA dari divisi MSBC melakukan tradisi kelembagaan dengan menyerahkan atribut berupa Slayer resmi MSBC kepada Sidi Edris Khamissa secara simbolis sebagai bentuk penghormatan dan tanda ikatan silaturahmi lintas negara. Seluruh rangkaian acara di kawasan Gunung Hawu ini kemudian diakhiri secara resmi pada pukul 17.00 WIB dengan sesi foto bersama antara seluruh jajaran delegasi Al-Tarmidhi Foundation, pembina, dan keluarga besar Sekretariat Mahasiswa Cinangsi sebagai dokumentasi serta arsip resmi organisasi.



 
 
 

Comments


bottom of page